PT KP PRESS SURABAYA - Pair USDJPY pada sesi Asia hari Senin (2/8/2021) sedang bergerak kuat di tengah lemahnya perdagangan aset risiko sejak akhir pekan lalu yang mengangkat posisi dolar AS. Kekuatan dolar di-support oleh pernyataan seorang gubernur The Fed dan meningkatnya kasus covid-19 secara gloal.
Akhir pekan lalu Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan The Fed harus mulai mengurangi $ 120 miliar dalam pembelian obligasi bulanan pada musim gugur ini dan memotongnya cukup cepat sehingga program berakhir pada bulan-bulan pertama 2022 untuk membuka cara untuk kenaikan tarif tahun itu jika diperlukan.
Kasus harian covid-19 di Jepang melonjak tinggi hingga melampaui 10000 kasus baru, dimana selama pelaksanaan olimpiade 2020 di Tokyo kasus meningkat hingga 89%. Hari Minggu dilaporkan bertambah sekitar 12000 lebih kasus baru. Dari laporan ekonomi, pagi ini investor menanti data PMI manufaktur Jepang yang diperkirakan menunjukkan data yang sama.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya lanjut bergerak positif di pasar uang Asia setelah koreksi rebound sesi global sebelumnya; rebound dari posisi terendah 4 pekan oleh kuatnya sentimen perdagangan safe haven merespon kenaikan kasus covid-19 di beberapa negara.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak kuat, pair yang berada di posisi 109.75 bergerak naik menuju posisi R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair akan turun ke 109.50 dan jika tembus lanjut ke S1 dan S2.
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS
ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KP PRESS SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Senin pagi ini (2/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi tipis, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah rebound di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar"
PT KP PRESS SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Senin pagi ini (2/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi tipis, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah rebound di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,03% atau 5 poin ke level Rp 14.465 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.460.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.465 kemudian bergerak menguat ke Rp14.455, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.465. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah rebound di sesi global sebelumnya; bangkit sebagai safe haven dari koreksi bursa saham AS, setelah tertekan the Fed yang dovish.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke level 92,17, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,09.
Sementara itu, IHSG Senin di awal sesi pertama menguat 33,345 poin (0,55%) ke level 6.103,384, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau mixed di antara data melambatnya aktivitas manufaktur China serta Wall Street yang berakhir terkoreksi akhir pekan lalu.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia menanjak. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.456 – Rp14.572. PT KP PRESS
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS
PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Jumat pagi ini (30/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau lompat menguat, sementara dollar AS di pasar Asia berupaya bangkit setelah melemah 4 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini menguat 0,24% atau 35 poin ke level Rp 14.447 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.482.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 14.435 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.447, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.447. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia berupaya bangkit setelah melemah 4 hari di sesi global sebelumnya; masih tertekan oleh sikap the Fed yang dovish dan pertumbuhan ekonomi AS yang di bawah ekspektasi.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke level 91,96, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 91,87.
Sementara itu, IHSG Jumat di awal sesi pertama menguat 25,402 poin (0,42%) ke level 6.146,129, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau melemah dipimpin Nikkei yang terkoreksi dari pasar kemarin meski Wall Street berakhir dengan menguat.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia menanjak. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.456 – Rp14.572. PT KONTAK PERKASA FUTURES vibiznews.com
PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (30/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau bertahan menguat, mengurangi sebagian gain sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia berupaya bangkit setelah melemah 4 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat 0,15% atau 21 poin ke level Rp 14.461 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.482. Rupiah terpantau bertengger di 2,5 minggu terkuatnya.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 14.435 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.465, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 14.461. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia berupaya bangkit setelah melemah 4 hari di sesi global sebelumnya; masih tertekan oleh sikap the Fed yang dovish dan pertumbuhan ekonomi AS yang di bawah ekspektasi.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke level 91,96, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 91,87.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama menguat 14,847 poin (0,24%) ke level 6.135,574, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau melemah dipimpin Hang Seng yang ditekan sektor teknologi meski Wall Street berakhir dengan menguat.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia menanjak. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.456 – Rp14.572. PT KONTAK PERKASA FUTURES vibiznews.com
PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Bursa saham Amerika nyaris ditutup di posisi rekor pada sesi yang berakhir Jumat dinihari WIB (28/7/2021), setelah sesi sebelumnya sebagian besar melemah. Dow Jones dan S&P500 sempat mencapai posisi melebihi rekor sebelumnya di tengah sesi, setelah kemudian terpangkas oleh beberapa data ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi.
Indeks Dow Jones naik 153,60 poin atau 0,4 persen menjadi 35.084,53, indeks Nasdaq naik tipis 15,68 poin atau 0,1 persen menjadi 14.778,26 dan indeks S&P 500 naik 18,51 poin atau 0,4 persen menjadi 4.419,15. Keuntungan bursa Wall Street diperolah dari optimisme laporan kuartalan perusahaan dan janji Federal Reserve untuk menjaga kebijakan akomodatif moneternya.
Namun keuntungan tergerus oleh kekhawatiran bangkitnya kasus covid-19 seluruh dunia dan rilis data ekonomi yang kurang optimis. Seperti data klaim pengangguran mingguan yang turun diatas ekspektasi, turun menjadi 400.000 dari minggu sebelumnya di 424.000 yang ditargetkan turun menjadi 380.000.
Kemudian data PDB kuartal kedua juga dibawah perkiraan melonjak 8,5 persen, Departemen Perdagangan hanya melaporkan PDB melonjak 6,5 persen dari kuartal sebelumnya yang naik 6,3 persen.
National Association of Realtors juga merilis laporan yang menunjukkan kemunduran tak terduga dalam penjualan rumah yang tertunda di bulan Juni. Indeks turun 1,9 persen menjadi 112,8 pada Juni setelah melonjak 8,3 persen menjadi 115,0 pada Mei, lebih rendah dari perkiraan naik tipis sebesar 0,3 persen. PT KONTAK PERKASA FUTURES vibiznews.com
ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (30/7) terpantau menguat 14,847 poin (0,24%) ke level 6.135,574 setelah dibuka naik ke level 6.146,129. IHSG menguat di hari keduan"
PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (30/7) terpantau menguat 14,847 poin (0,24%) ke level 6.135,574 setelah dibuka naik ke level 6.146,129. IHSG menguat di hari keduanya bertentangan dengan sentimen regional, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin Hang Seng yang ditekan sektor teknologi meski Wall Street berakhir dengan menguat.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,15% atau 21 poin ke level Rp 14.461, dengan dollar AS di pasar uang Asia berupaya bangkit setelah melemah 4 hari di sesi global sebelumnya; masih tertekan oleh sikap the Fed yang dovish dan pertumbuhan ekonomi AS yang di bawah ekspektasi. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.482.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,402 poin (0,42%) ke level 6.146,129. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,069 poin (0,49%) ke level 836,821. Siang ini IHSG menguat 14,847 poin (0,24%) ke level 6.135,574. Sementara LQ45 terlihat naik 0,42% atau 3,498 poin ke level 836,250.
Siang ini enam dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor industri yang menanjak 1,93%, diikuti sektor infrastruktur yang naik 1,20%.
Tercatat sebanyak 223 saham naik, 263 saham turun dan 160 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 891,34 kali transaksi sebanyak 12,10 miliar lembar saham senilai Rp 7,525 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 1,61%, dan Hang Seng yang turun 2,10%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Bank Neo Commerce (BBYB) 20,00%, XL Axiata (EXCL) 5,12%, Astra International (ASII) 3,23%, dan Tower Bersama (TBIG) 3,1%.
Analis melihat pergerakan bursa kali ini bertahan di zona hijau bertentangan dengan sentimen regional, sedangkan bursa kawasan Asia melemah dipimpin Hang Seng yang ditekan sektor teknologi meski Wall Street berakhir menguat. Berikutnya IHSG kemungkinan bergerak agak terbatas karena mendekati overbought-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.166 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.015, dan bila tembus ke level 5.947. PT KONTAK PERKASA FUTURES vibiznews.com