PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (19/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah sedikit loss sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia melandai setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,19% atau 28 poin ke level Rp 14.525 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.497.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.512 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.533, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 14.525. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; naik sebagai safe haven oleh kekhawatiran investor atas kenaikan infeksi virus varian Delta yang dapat menghambat pemulihan ekonomi global.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini flat ke level 92,72, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,72.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama melemah 40,835 poin (0,67%) ke level 6.031,675, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau umumnya melemah dipimpin Hang Seng di tengah investor menantikan perkembangan harga minyak serta Wall Street yang ditutup dalam koreksi di akhir pekan.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia flat. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.370 – Rp14.572. PT KONTAK PERKASA FUTURES
PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Jelang libur Idul Adha, indeks utama Bursa Efek Indonesia, IHSG terkoreksi 0.91% atau 55.11 poin ke level 6017.39. Demikian juga dengan indeks LQ45, anjlok 1.09% atau 9.21 poin ke level 837.93.
Sembilan sektor memerah dan menjadi penekan utama IHSG, dipimpin oleh sektor Industrial yang anjlok sebesar 1.59% kemudian sektor Basic-Industry yang turun 1.56% dan sektor Health 1.17 persen.
Dan dua sektor menjadi penahan penurunan lebih lanjut IHSG, yaitu sektor Energy yang menguat tipis 0.07 persen dan sector Infrastructure yang naik 0.25 persen.
Dari catatan perdagangan terlihat ada 167 saham yang mampu naik sementara lebih banyak yaitu sebanyak 329 saham harganya turun dan 143 saham stagnan.
Jumlah saham yang diperjualbelikan pada sepanjang jam perdagangan hari ini ada sebanyak 20.21 miliar saham dengan nilai sebesar Rp.9.33 triliun. Nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp.7180.13.
Bursa Asia juga ditutup memerah. Indeks Nikkei 225 anjlok sebesar 2.21% atau 626.35 poin ke level 27652.74. Demikian juga dengan indeks Hangseng, merosot cukup dalam, sebesar 1.84% atau 514.90 poin ke level 27489.77. Dan indeks Shanghai SSEC, melemah tipis 0.01% atau 0.18 poin ke level 3539.12. PT KONTAK PERKASA FUTURES
ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin sore ini (19/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah, di hari keempatnya, dengan memangkas sebagian loss sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Ero"
PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin sore ini (19/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah, di hari keempatnya, dengan memangkas sebagian loss sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS petang ini melemah 0,14% atau 20 poin ke level Rp 14.517 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.497.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.512 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.533, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 14.517. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; naik sebagai safe haven oleh kekhawatiran investor atas kenaikan infeksi virus varian Delta yang dapat menghambat pemulihan ekonomi global.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, petang hari WIB ini naik ke level 92,90, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,72.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi melemah cukup signifikan 55,116 poin (0,91%) ke level 6.017,394, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau umumnya melemah dipimpin Hang Seng di tengah investor mencermati perkembangan harga minyak serta Wall Street yang terkoreksi di akhir pekan.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa melaju. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.456 – Rp14.572. PT KONTAK PERKASA FUTURES
PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Jumat pagi ini (16/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, sementara dollar AS di pasar Asia naik perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,30% atau 43 poin ke level Rp 14.525 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.482.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.515 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.530, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.525. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; terangkat sebagai safe haven oleh kekhawatiran investor atas kenaikan inflasi AS dan bertambahnya infeksi virus di dunia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke level 92,63, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,56.
Sementara itu, IHSG Jumat di awal sesi pertama lanjut menguat 23,681 poin (0,39%) ke level 6.070,435, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau umumnya melemah sambil menantikan rilis kebijakan moneter Jepang (BOJ) setelah Wall Street yang ditutup variatif.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia menanjak. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.370 – Rp14.572. PT KONTAK PERKASA
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA
PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (16/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, mengurangi loss sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia naik perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,14% atau 20 poin ke level Rp 14.502 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.482.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.515 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.540, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 14.502. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; terangkat sebagai safe haven oleh kekhawatiran investor atas kenaikan inflasi AS dan bertambahnya infeksi virus di dunia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik tipis ke level 92,59, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,56.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama lanjut menguat 13,469 poin (0,22%) ke level 6.060,223, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau umumnya melemah di tengah BOJ mempertahankan suku bunganya serta Wall Street yang ditutup variatif.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia menanjak tipis. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.456 – Rp14.572. PT KONTAK PERKASA
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA
PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Perdagangan bursa saham Amerika Serikat ditutup dengan kinerja yang mixed untuk semua indeks utamanya pada sesi yang berakhir Jumat dinihari WIB (16/7/2021). Hanya Dow Jones yang bertahan di zona positif, sedangkan Nasdaq dan S&P500 masih alami tekanan profit taking sebelumnya.
Indeks Dow Jones naik 53,79 poin atau 0,2 persen menjadi 34.987,02, indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi turun 101,82 poin atau 0,7 persen menjadi 14.543,13 dan indeks S&P 500 turun 14,27 poin atau 0,3 persen menjadi 4.360,03. Kenaikan Dow Jones sebagian disebabkan oleh kekuatan saham UnitedHealth setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut melaporkan hasil kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan.
Kekuatan Dow Jones juga disumbang oleh laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran menurun sejalan dengan perkiraan ekonom pada pekan yang berakhir 10 Juli. Klaim pengangguran awal turun menjadi 360.000, turun 26.000 dari level revisi minggu sebelumnya di 386.000. Para ekonom memperkirakan klaim pengangguran turun menjadi 360.000.
Sementara itu, pelemahan saham di Nasdaq dan S&P500 dipicu oleh kekhawatiran baru tentang prospek ekonomi global setelah laporan dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan pertumbuhan PDB China melambat lebih dari yang diharapkan pada kuartal kedua. PDB China tumbuh 7,9 persen tahun ke tahun di kuartal kedua, di bawah ekspektasi untuk kenaikan 8,1 persen dan turun tajam dari 18,3 persen dalam tiga bulan sebelumnya.
Terdapat laporan ekonomi lainnya yang positif, produksi industri naik 0,4 persen di bulan Juni setelah turun 0,7 persen di bulan Mei. Para ekonom memperkirakan produksi industri meningkat sebesar 0,7 persen.
Sentimen juga dilemahkan adanya indikasi beberapa bank sentral di seluruh dunia sedang mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter lebih cepat dari Federal Reserve yang telah menambah kekhawatiran tentang ekonomi global.
Melihat pergerakan saham secara sektoral, saham minyak yang paling banyak tertekan ditunjukkan oleh Philadelphia Oil Service Index turun 3,6 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari dua bulan.
Kelemahan signifikan juga terlihat di antara saham semikonduktor, terlihat dari penurunan 2,2 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. Indeks mundur lebih jauh dari rekor tertinggi yang dicapai pada awal perdagangan hari Rabu. Namun pergerakan sebaliknya dipimpin oleh saham utilitas yang menunjukkan penguatan. PT KONTAK PERKASA
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA
ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (16/7) terpantau menguat 13,469 poin (0,22%) ke level 6.060,223 setelah dibuka naik ke level 6.070,435. IHSG melanjutkan penguatan ditopang"
PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (16/7) terpantau menguat 13,469 poin (0,22%) ke level 6.060,223 setelah dibuka naik ke level 6.070,435. IHSG melanjutkan penguatan ditopang investor lokal, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di tengah BOJ mempertahankan suku bunganya serta Wall Street yang ditutup variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,14% atau 20 poin ke level Rp 14.502, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; terangkat sebagai safe haven oleh kekhawatiran investor atas kenaikan inflasi AS dan bertambahnya infeksi virus di dunia. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.482.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 23,681 poin (0,39%) ke level 6.070,435. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,250 poin (0,39%) ke level 844,454. Siang ini IHSG menguat 13,469 poin (0,22%) ke level 6.060,223. Sementara LQ45 terlihat naik 1,36% atau 11,272 poin ke level 839,074.
Siang ini enam dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor energi yang menanjak 0,90%, diikuti sektor industri dasar yang naik 0,88%.
Tercatat sebanyak 247 saham naik, 221 saham turun dan 150 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 704,74 kali transaksi sebanyak 11,09 miliar lembar saham senilai Rp 5,941 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya variatif, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,60%, dan Hang Seng yang naik 0,45%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Aneka Gas (AGII) 4,92%, Bank Jago (ARTO) 4,14%, Timah (TINS) 4,0%, dan Bank BSI (BRIS) 3,35%.
Analis melihat pergerakan bursa kali ini kembali menguat ditopang investor lokal, sementara bursa kawasan Asia melemah di tengah BOJ mempertahankan suku bunganya serta Wall Street yang variatif. Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan dalam pergerakan terbatas di zona hijaunya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.135 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.913, dan bila tembus ke level 5.884. PT KONTAK PERKASA
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA