KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (15/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, agak stabil dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia naik perlahan setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,10% atau 14 poin ke level Rp 14.500 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.486.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 14.480 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.512, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 14.500. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; terkoreksi oleh pernyataan Chairman the Fed Powell yang dovish, bahwa kondisi ekonomi AS masih jauh untuk the Fed melakukan tapering.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke level 92,42, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,36.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama menguat 47,691 poin (0,80%) ke level 6.026,906, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau mixed di tengah rilis GDP China Q2 yang bertumbuh di bawah ekspektasi serta Wall Street yang ditutup agak variatif.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia naik tipis. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.370 – Rp14.572. KONTAK PERKASA FUTURES
KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (15/7/2021) berusaha bergerak bullish setelah terkoreksi cukup signifikan dari posisi tertinggi 3 bulan. Dolar AS melemah terhadap banyak rival utama mengikuti pergerakan turun yield obligasi AS tenor 10-tahun.
Indeks dolar tertekan mencerna komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell dihadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS yang menyarankan bank sentral tidak terburu-buru untuk menarik kembali stimulus darurat meskipun ada kenaikan inflasi.
Powell mengatakan inflasi kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang, sementara didorong oleh efek dasar, mencatat bahwa masih ada jalan panjang sebelum pasar tenaga kerja sepenuhnya pulih dari pukulan pandemi.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi Treasury AS 10-tahun berada di posisi terendah 5 bulan di 1,344%. Dari rilis data ekonomi, harga produsen untuk permintaan akhir di AS melonjak 7,3% yoy pada Juni 2021, kenaikan terbesar sejak seri saat ini dimulai pada November 2010.
Sebelumnya investor dikhawatirkan oleh laporan tingkat inflasi AS yang melonjak tinggi pada bulan Juni. Indeks harga konsumen yang menunjukkan tingkat inflasi di AS mengalami kenaikan bulanan terbesar dalam tiga belas tahun di bulan Juni, menurut laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja. Kenaikan inflasi tersebut disumbang oleh lonjakan harga mobil bekas dan truk serta makanan.
Terhadap semua rival utamanya posisi dolar AS menguat moderat, dan diantaranya posisi euro dalam pair EURUSD alami koreksi setelah sebelumnya bullish kuat. Namun untuk yen Jepang lanjut menguat terhadap dolar AS ke posisi tertinggi sepekan. KONTAK PERKASA FUTURES
KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (15/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah tipis, sementara dollar AS di pasar Asia naik perlahan setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,06% atau 9 poin ke level Rp 14.495 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.486.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 14.480 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.495, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.495. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; terkoreksi oleh pernyataan Chairman the Fed Powell yang dovish, bahwa kondisi ekonomi AS masih jauh untuk the Fed melakukan tapering.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke level 92,46, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,36.
Sementara itu, IHSG Kamis di awal sesi pertama menguat 18,642 poin (0,31%) ke level 5.997,857, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau mixed dengan investor menanti rilis GDP China Q2 selain Wall Street yang ditutup agak variatif.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia naik tipis. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.370 – Rp14.572. KONTAK PERKASA FUTURES
ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (15/7) terpantau rebound menguat 47,691 poin (0,80%) ke level 6.026,906 setelah dibuka naik ke level 5.997,857. IHSG rebound dari kore"
KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (15/7) terpantau rebound menguat 47,691 poin (0,80%) ke level 6.026,906 setelah dibuka naik ke level 5.997,857. IHSG rebound dari koreksi 2 hari sebelumnya, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah rilis GDP China Q2 yang bertumbuh di bawah ekspektasi serta Wall Street yang ditutup agak variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,10% atau 14 poin ke level Rp 14.500, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; terkoreksi oleh pernyataan Chairman the Fed Powell yang dovish, bahwa kondisi ekonomi AS masih jauh untuk the Fed melakukan tapering. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.486.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,642 poin (0,31%) ke level 5.997,857. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,968 poin (0,48%) ke level 831,770. Siang ini IHSG menguat 47,691 poin (0,80%) ke level 6.026,906. Sementara LQ45 terlihat naik 1,36% atau 11,272 poin ke level 839,074.
Siang ini sembilan dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor industrial yang menanjak 1,46%, diikuti sektor finance yang naik 1,34%. Tercatat sebanyak 254 saham naik, 200 saham turun dan 164 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 669,07 kali transaksi sebanyak 9,79 miliar lembar saham senilai Rp 5,166 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya variatif, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 1,07%, dan Hang Seng yang naik 1,22%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Digital Mediatama (DMMX) 6,10%, Bank BTN (BBTN) 4,88%, Merdeka Cooper (MDKA) 3,37%, dan Bank BNI (BBNI) 3,28%.
Analis melihat pergerakan bursa kali ini rebound setelah 2 hari terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia mixed di tengah GDP China Q2 tumbuh di bawah ekspektasi serta Wall Street yang ditutup variatif. Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan dalam pergerakan terbatas di zona hijaunya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.135 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.913, dan bila tembus ke level 5.884. KONTAK PERKASA FUTURES
PT KP PRESS SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (14/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, mengurangi sebagian loss sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia tertahan turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,17% atau 25 poin ke level Rp 14.488 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.463.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.485 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.503, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 14.488. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia sedikit turun setelah menguat signifikan 2 hari di sesi global sebelumnya; sempat naik ke 3 bulan tertinggi vs euro setelah rilis memanasnya inflasi AS yang menambah prediksi pengetatan moneter yang lebih cepat.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke level 92,73, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,78.
Sementara itu, IHSG Rabu di akhir sesi pertama melemah 50,347 poin (0,84%) ke level 5.961,685, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau umumnya melemah oleh data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan serta Wall Street yang ditutup terkoreksi dari rekornya.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia turun tipis. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.370 – Rp14.572. PT KP PRESS
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS
PT KP PRESS SURABAYA - EUR/USD turun tajam ke bawah 1.18 di sekitar 1.1799 dengan angka inflasi AS menyentuh 5.4% YoY pada bulan Juni, jauh di atas daripada yang diperkirakan di 4.9%. CPI inti juga meningkat ke 4.5%, di atas daripada yang diperkirakan di 4%. Akibatnya dollar AS menguat secara luas.
Pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan dengan suram selama separuh pertama perdagangan hari Selasa dan mempercepat penurunannya setelah keluarnya data inflasi AS. Consumer Price Index (CPI) direvisi di bulan Juni menjadi 5.4% YoY, jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 4.9%. Angka inti juga direvisi naik dari 3.8% ke 4.5%. Jerman juga mempublikasikan angka inflasi bulan Juni dengan CPI tahunan dikonfirmasi berada di 2.3%.
Sebelumnya Presiden ECB Christine Lagarde memberikan perincian lebih lanjut dari keputusan terakhir untuk mencegah pengetatan moneter secara prematur. Lagarde menjelaskan bahwa inflasi 2% bukanlah batas atas dan bahwa para pembuat kebijakan akan menerima naik atau turun disekitar level tersebut.
"Support" terdekat menunggu di 1.1795 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1750 dan kemudian 1.1710. "Resistance" terdekat menunggu di 1.1840 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1885 dan kemudian 1.1920. PT KP PRESS
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS
PT KP PRESS SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Rabu pagi ini (14/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia tertahan turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,22% atau 32 poin ke level Rp 14.495 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.463.
Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.485 kemudian bergerak menguat ke Rp14.490, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.495. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia sedikit turun setelah menguat signifikan 2 hari di sesi global sebelumnya; melonjak ke 3 bulan tertinggi vs euro setelah rilis memanasnya inflasi AS yang menambah prediksi pengetatan moneter yang lebih cepat.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun ke level 92,74, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,78.
Sementara itu, IHSG Rabu di awal sesi pertama melemah 15,147 poin (0,25%) ke level 5.996,885, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau umumnya melemah oleh data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan serta Wall Street yang ditutup terkoreksi dari rekornya.
Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia turun tipis. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.370 – Rp14.572. PT KP PRESS
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS