PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Dibukanya Kembali kegiatan bisnis Inggris menjadi penyebab berhasil naiknya pasangan matauang GBP/USD selain melemahnya dollar AS oleh karena data inflasi AS.
GBP/USD naik menembus 1.38 disekitar 1.3836, meneruskan kenaikan pada hari sebelumnya sejak keluarnya laporan penjualan ritel AS yang melonjak drastic, selain itu Sterling juga menerima dorongan naik pada minggu ini dengan Inggris mengangkat sejumlah restriksi secara signifikan. Kembali ke pubs, gyms, salon rambut, dan lainnya, setelah penurunan yang tajam dari penularan Covid – 19.
Imunisasi di Inggris sudah mencapai hampir 50% sementara di AS masih dibawah 40%. Dihentikannya administrasi dari Johnson & Johnson hanya berdampak kecil karena AS memiliki lebih banyak vaksin Pfizer.
Penggerak dari dollar AS bukan lagi yields AS melainkan data-data ekonomi yang muncul. Data inflasi AS naik pada bulan Maret namun kurang daripada yang diperkirakan oleh pasar, yang dipengaruhi oleh laporan PPI yang kuat. CPI inti hanya menyentuh 1.6% setahun, level yang sama dengan bulan gugur sebelumnya dan masih dibawah dari level sebelum pandemic, menyebabkan dollar AS tertekan turun.
Namun, angka-angka ekonomi yang keluar sesudahnya mendorong dollar AS naik lagi.
Penjualan Ritel AS melompat ke 9.8% pada bulan Maret setelah kejatuhan yang direvisi naik sebesar 2.7% pada bulan Februari, menurut data terbaru dari Departemen Perdagangan AS. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan penjualan ritel sebesar 5.9% sebagai angka umum.
Laporan dari Federal Reserve regional, the Philly Fed, mengatakan bahwa outlook bisnis sektor manufaktur berada pada 50.2 di bulan April. Sekalipun turun dari angka di bulan Maret sebesar 51.8, namun data ini mengatasi dari yang diperkirakan secara signifikan yang memperkirakan angka disekitar 41.
Klaim pengangguran AS turun ke 576.000, juga lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 703.000 dan lebih kecil dari sebelumnya sebesar 769.000.
Secara keseluruhan optimisme meningkat dan kelegaan karena data inflasi AS membebani dollar AS sehingga membuat pounsterling meningkat.
Namun statistik coronavirus tetap penting terhadap sterling. Menjaga agar angka infeksi tetap turun sementara ekonomi dibuka menjadi lebih aktif secara signifikan adalah kritikal terhadap pelonggaran restriksi berikutnya.
Saat ini sudah 48.4% populasi menerima satu kali suntikan vaksin. Pencapaian ke angka 50% akan menjadi batu loncatan berikutnya yang mendorong naik Sterling.
Pemulihan lebih lanjut dari Sterling pada minggu ini juga sangat tergantung kepada data ekonomi level atas yang akan keluar dari kalender ekonomi.
Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan meningkat dari 5% di bulan Januari menjadi 5.2% di bulan Februari. Investor juga akan memperhatikan Claimant Count Change untuk bulan Maret setelah angka pada bulan Februari yang mengkuatirkan meningkat 86.000. Meskipun demikian, skema cuti pemerintah selama ini telah menjaga pasar tenaga kerja tetap hidup.
Angka CPI Inggris untuk bulan Maret diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dari 0.4% menjadi 0.8%, namun angka inipun masih jauh dari target Bank of England sebesar 2% setiap penambahan percepatan akan mendukung naik Sterling.
Gubernur BoE Andrew Bailey akan berbicara setelah angka inflasi Inggris keluar. Dia akan berkomentar mengenai perkembangan terbaru dan apakah bank sentral Inggris ini akan memperketat kebijakan moneternya nanti pada akhir tahun ini.
Penjualan ritel Inggris untuk bulan Maret kemungkinan akan naik seperti di AS. Meskipun orang Inggris tidak mendapatkan cek stimulus, namun pembukaan Kembali ekonomi pada awal bulan lalu kemungkinan sudah bisa mendorong belanja naik.
PMI pendahuluan dari Markit untuk bulan April kemungkinan akan tetap kuat, jauh diatas batas angka 50 yang memisahkan ekspansi dengan kontraksi.
Dari AS, program vaksinasi terus diusahakan berlangsung dengan cepat dan diperkirakan semua orang Amerika telah mendapatkan suntikan vaksin pada tanggal 19 April. Lebih cepat suntikan diberikan, lebih cepat Amerika dapat Kembali ke bisnis, sehingga inflasi berpotensi naik. Namun hal ini bisa mendorong Federal Reserve menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang direncanakan.
Pasar masih belum tahu apa yang Federal Reserve akan lakukan terhadap angka ekonomi yang meningkat kuat. Apakah yields obligasi AS akan naik sebagai antisipasi kenaikan tingkat bunga yang lebih cepat? Hal ini akan membuat dollar AS naik lebih tinggi. Sebaliknya apabila angka ekonomi AS yang keluar lemah, maka hal ini akan menurunkan perkiraan akan pemulihan ekonomi yang cepat dan menekan yields AS turun dan juga dollar AS turun.
Rencana belanja infrastruktur telah menjadi tergeser ke belakang namun apabila kembali menjadi bergeser ke depan, setiap kemajuan akan positip bagi dollar AS sebaliknya setiap kemunduran akan membebani dollar AS.
Data ekonomi AS yang bisa menggerakkan dollar AS adalah klaim pengangguran mingguan, PMI pendahuluan untuk bulan April dari Markit dan Penjualan Rumah Baru tetap kuat.
Secara keseluruhan akan terjadi tarik menarik antara kenaikan yang disebabkan oleh bagusnya data ekonomi Inggris dan lemahnya angka ekonomi AS dengan penurunan yang disebabkan oleh bagusnya data ekonomi AS dan lemahnya angka ekonomi Inggris.
"Support" terdekat menunggu di 1.3750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3700 dan kemudian 1.3670. "Resistance" terdekat menunggu di 1.3850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3910 dan kemudian 1.4000. PT KONTAK PERKASA
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA
ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KONTAK PERKASA SURABAYA - EUR/USD meneruskan keuntungannya pada hari Jumat minggu lalu, setelah pada hari Kamis bangkit dari kerendahannya, meskipun masih di bawah 1.20, disekitar 1.1982. Melemahnya dollar AS secara luas, karena turunnya yields ob"
PT KONTAK PERKASA SURABAYA - EUR/USD meneruskan keuntungannya pada hari Jumat minggu lalu, setelah pada hari Kamis bangkit dari kerendahannya, meskipun masih di bawah 1.20, disekitar 1.1982. Melemahnya dollar AS secara luas, karena turunnya yields obligasi AS, mendorong naik euro.
Data inflasi AS naik pada bulan Maret namun kurang daripada yang diperkirakan oleh pasar, yang dipengaruhi oleh laporan PPI yang kuat. CPI inti hanya menyentuh 1.6% setahun, level yang sama dengan bulan gugur sebelumnya dan masih dibawah dari level sebelum pandemic, menyebabkan dollar AS tertekan turun bersamaan dengan turunnya yields obligasi AS karena suksesnya lelang obligasi 30 tahun AS.
Spekulasi bahwa inflasi AS akan memaksa Federal Reserve AS untuk menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang direncanakan mereda dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun lebih jauh, dengan imbal hasil treasury 10 tahun berada di 1.52%.
Sebaliknya Presiden ECB Christine Lagarde memberikan catatan bahwa ekonomi Uni Eropa masih menderita terpukul oleh pandemic dan akan terus bergantung kepada stimulus fiscal sampai sepenuhnya pulih. Lagarde juga mengatakan bahwa respon fiscal AS terhadap pandemic akan melimpah sampai berdampak positip terhadap pertumbuhan dan inflasi Eropa.
Inflasi bulan Maret dari Eropa muncul sesuai dengan yang diperkirakan, meskipun masih jauh dibawah daripada yang diinginkan. Jerman mempublikasikan survey ZEW bulan April yang menunjukkan bahwa sentimen ekonomi di negara tersebut terkontraksi karena datangnya gelombang coronavirus berikutnya. Langkah restriksi di Uni Eropa membebani bisnis lokal.
Sebaliknya di AS, penjualan Ritel AS melompat ke 9.8% pada bulan Maret setelah kejatuhan yang direvisi naik sebesar 2.7% pada bulan Februari, menurut data terbaru dari Departemen Perdagangan AS. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan penjualan ritel sebesar 5.9% sebagai angka umum.
Laporan dari Federal Reserve regional, the Philly Fed, mengatakan bahwa outlook bisnis sektor manufaktur berada pada 50.2 di bulan April. Sekalipun turun dari angka di bulan Maret sebesar 51.8, namun data ini mengatasi dari yang diperkirakan secara signifikan yang memperkirakan angka disekitar 41.
Klaim pengangguran AS turun ke 576.000, juga lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 703.000 dan lebih kecil dari sebelumnya sebesar 769.000.
Ekonomi kedua negara sedang dalam arah yang benar, namun kecepatan pemulihan masih kurang dibandingkan dengan yang diinginkan. Amerika Serikat bergerak satu langkah di depan namun sekarang ini masih belum membuat perbedaan bagi dollar AS.
Dari AS, program vaksinasi terus diusahakan berlangsung dengan cepat dan diperkirakan semua orang Amerika telah mendapatkan suntikan vaksin pada tanggal 19 April. Lebih cepat suntikan diberikan, lebih cepat Amerika dapat Kembali ke bisnis, sehingga inflasi berpotensi naik. Namun hal ini bisa mendorong Federal Reserve menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang direncanakan.
Pasar masih belum tahu apa yang Federal Reserve akan lakukan terhadap angka ekonomi yang meningkat kuat. Apakah yields obligasi AS akan naik sebagai antisipasi kenaikan tingkat bunga yang lebih cepat? Hal ini akan membuat dollar AS naik lebih tinggi. Sebaliknya apabila angka ekonomi AS yang keluar lemah, maka hal ini akan menurunkan perkiraan akan pemulihan ekonomi yang cepat dan menekan yields AS turun dan juga dollar AS turun.
Rencana belanja infrastruktur telah menjadi tergeser ke belakang namun apabila kembali menjadi bergeser ke depan, setiap kemajuan akan positip bagi dollar AS sebaliknya setiap kemunduran akan membebani dollar AS.
Data ekonomi AS yang bisa menggerakkan dollar AS adalah klaim pengangguran mingguan, PMI pendahuluan untuk bulan April dari Markit dan Penjualan Rumah Baru tetap kuat.
Secara keseluruhan pasangan matauang ini masih memiliki ruang untuk naik lebih tinggi.
"Support" terdekat menunggu di 1.1945 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1880 dan kemudian 1.1800. "Resistance" terdekat menunggu di 1.2000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2060 dan kemudian 1.2120. PT KONTAK PERKASA
vibiznews.com
Baca juga artikel lainnya 1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA 3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA 4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA 5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA 6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA 7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA
KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat pagi ini (16/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah tipis, sementara dollar AS di pasar Asia naik setelah rebound terbatas di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini turun 0,04% atau 6 poin ke level Rp 14.625 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.615.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.620 kemudian bergerak menguat ke Rp14.615, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.625. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar naik di pasar uang Asia setelah rebound terbatas di sesi global sebelumnya; keluar dari 3,5 minggu terendahnya namun tetap akan membukukan loss mingguan oleh pasar mencermati tingkat inflasi AS yang masih rendah.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke level 91,77, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 91,67.
Sementara itu, IHSG Jumat di awal sesi pertama, terpantau menguat 32,033 poin (0,53%) ke level 6.111,534, sedangkan bursa saham kawasan Asia mixed di tengah investor mencerna pertumbuhan GDP China Q1 yang sedikit di bawah ekspektasi, dengan Wall Street menguat dan cetak rekor.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia menanjak perlahan. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.470 – Rp14.717. KONTAK PERKASA FUTURES
KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 193 ribu dari sepekan sebelumnya menjadi 576 ribu pada pekan yang berakhir 10 April, level terendah sejak dampak negatif krisis virus corona mulai terasa kembali pada Maret 2020 dan jauh di bawah ekspektasi pasar. dari 700 ribu.
Pasar tenaga kerja di AS telah didukung oleh vaksinasi COVID-19 yang cepat, pencabutan pembatasan bisnis pandemi di banyak negara bagian dan paket stimulus pemerintah senilai $ 1,9 triliun, yang mendorong pengusaha untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja untuk menanggapi permintaan yang meningkat.
Pada catatan yang lebih negatif, laporan mingguan juga menunjukkan bahwa 16,9 juta orang terus mengumpulkan tunjangan pengangguran pada minggu 27 Maret, menunjukkan bahwa jutaan masih menghadapi kehilangan pekerjaan atau pendapatan meskipun pasar kerja baru-baru ini pulih. KONTAK PERKASA FUTURES
KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Bursa saham Amerika mendapat keuntungan yang penuh setelah semua indeks utamanya ditutup kuat pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari WIB (16/4/2021). S&P500 dan Dow Jones berhasil mencapai posisi rekor tertinggi baru dan Nasdaq naik ke tertinggi 2 bulan setelah anjlok di sesi sebelumnya.
Indeks Dow Jones melonjak 305,10 poin atau 0,9 persen menjadi 34.035,99, indeks Nasdaq melonjak 180,92 poin atau 1,3 persen menjadi 14.038,76 dan indeks S&P 500 melonjak 45,76 poin atau 1,1 persen menjadi 4.170,42. Kekuatan saham di Wall Street merespon sejumlah data ekonomi AS yang sebagian besar optimis.
Departemen Perdagangan melaporkan penjualan ritel meroket 9,8 persen pada Maret setelah jatuh 2,7 persen pada Februari. Ini merupakan kenaikan data terbesar sejak Mei 2020 dan melebihi ekspektasi kenaikan di 5,9%. Kemudian Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS jatuh ke 576.000, turun 193.000 dari posisi minggu sebelumnya di 769.000.
National Association of Home Builders juga merilis laporan yang menunjukkan peningkatan moderat dalam kepercayaan pembangun rumah AS di bulan April. Indeks Pasar Perumahan NAHB / Wells Fargo naik tipis ke 83 pada bulan April setelah turun ke 82 pada bulan Maret.
Sementara itu, Federal Reserve merilis laporan yang menunjukkan adanya rebound oleh produksi industri di bulan Maret, meski kenaikan tersebut jauh dari ekspektasi. Produksi industri melonjak 1,4 persen pada Maret setelah jatuh 2,6 persen pada Februari.
Dow Jones juga mendapat keuntungan dari kenaikan signifikan saham UnitedHealth hingga melonjak 3,8%, setelah perusahaan perawatan terkelola ini melaporkan hasil kuartal pertama yang mengalahkan perkiraan analis. Di sisi lain, saham Bank of America berada di bawah tekanan meskipun raksasa keuangan itu melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan.
Secara sektoral, saham emas memimpin kekuatan hingga mendorong Indeks Bug Emas Arca NYSE naik 4,3 persen ke level penutupan terbaiknya dalam lebih dari dua bulan. Kemudian disusul oleh saham semikonduktor oleh kenaikan 1,8 persen Philadelphia Semiconductor Index.
Saham real estat komersial juga mengalami penguatan yang cukup besar dengan Dow Jones U.S. Real Estate Index naik 1,8 persen ke level penutupan terbaiknya dalam lebih dari setahun. Sementara itu saham jasa minyak melemah setelah melonjak pada hari Rabu. KONTAK PERKASA FUTURES
ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - IHSG dibuka naik ke level 6102.37, lebih tinggi dari level penutupannya kemarin sore yakni di 6091.54. Demikian juga dengan indeks LQ45 yang naik ke level 914.39, menguat dibandingkan level penutupannya yaitu di leve"
KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - IHSG dibuka naik ke level 6102.37, lebih tinggi dari level penutupannya kemarin sore yakni di 6091.54. Demikian juga dengan indeks LQ45 yang naik ke level 914.39, menguat dibandingkan level penutupannya yaitu di level 908.43.
Sementara bursa utama Asia pagi ini bergerak beragam, indeks Nikkei 225 menguat tipis 0.04% atau 13.10 poin ke level 29655.78, seperti yang terpantau pada layar RTI pukul 09:0 WIB. Sementara indeks Hangseng, melemah 0.09% atau 26.15 poin ke level 28744.61 dan indeks Shanghai SSEC juga menurun 0.11% atau 3.57 poin ke level 3395.42.
Harga emas keluaran ANTAM di gelar di harga Rp.935.000 per gram, lebih mahal Rp.1000 dibandingkan harga penutupannya kemarin sore yakni di harga Rp.934.000 per gram. KONTAK PERKASA FUTURES