Rabu, 16 September 2020

[New post] KONTAK PERKASA FUTURES | Vario Baru Diisukan Pakai Mesin 157 cc 4 Katup, AHM: Bisa

ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Astra Honda Motor (AHM) menjawab isu Vario 150 baru di Thailand, yang kabarnya bakal mendapatkan mesin lebih besar dan bertenaga. Menurut AHM, sangat mungkin bagi Honda untuk membuat spek mesin lebih powerfull diband"

Kontakperkasa Futures Surabaya

Kontakperkasa Futures Surabaya


PT KP PRESS | Menguat Tipis, Dolar AS Pagi Ini di Level 14.830

Posted: 15 Sep 2020 08:07 PM PDT



PT KP PRESS SURABAYA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.830. Nilai tukar dolar AS ini menguat tipis dibandingkan perdagangan kemarin.
Demikian dikutip dari data Reuters, Rabu (16/9/2020). Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah masih belum banyak terpengaruh dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Senin (14/9) kemarin.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali dibuka menguat. IHSG dibuka naik 7 poin (0,14%) ke level 5.108.

Pada pukul 09.00 JATS, Rabu (16/9/2020), IHSG dibuka naik 7 poin (0,14%) ke level 5.108. Sementara indeks LQ45 naik 0,7 poin (0,09%) ke 791,454.

ndeks AS ditutup menguat pada hari Selasa. Data ekonomi China mendorong sentimen positif. Hasil industri China naik paling tinggi dalam delapan bulan di bulan Agustus, sementara penjualan ritel China naik untuk pertama kalinya tahun ini, kembali ke level sebelum virus korona. Sementara itu, produksi industri AS meningkat 0.4% bulan lalu, melambat dari kenaikan 3.5% Juli. PT KP PRESS

 

Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS
detik.com

 

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA


PT KP PRESS | 4 Rekomendasi Jus untuk Meningkatkan Imunitas Penangkal COVID-19

Posted: 15 Sep 2020 08:40 PM PDT



PT KP PRESS SURABAYA - Buah-buahan merupakan sumber antioksidan yang dibutuhkan untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, imunitas harus terjaga agar tidak mudah tertular.
Selain dimakan langsung, buah juga bisa dikonsumsi dalam bentuk jus. Umumnya, kandungan nutrisinya tetap terjaga selama yang dikonsumsi adalah jus segar.

Dikutip dari Healthline, berikut 4 jus buah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh:

1. Jus cranberry
Jus cranberry kaya akan antioksidan, serta vitamin C dan E. Kandungan tersebut membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas sehingga tubuh tidak gampang sakit.

Selain itu, sebuah penelitian, menemukan bahwa minum jus cranberry dapat menurunkan risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) sebesar 32,5 persen.

2. Jus tomat
Kandungan vitamin C dan antioksidan pada jus tomat memiliki berbagai manfaat, seperti mendukung penyerapan zat besi, meningkatkan kesehatan kulit, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Tak hanya itu, tomat juga mengandung likopen yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

3. Jus apel
Jus apel merupakan sumber potasium, mineral yang bertindak sebagai elektrolit dan penting untuk sinyal saraf serta kesehatan jantung. Minum jus apel secara rutin akan menambahkan antibodi pada tubuh sehingga tidak mudah terkena penyakit.

4. Jus jeruk
Sumber vitamin C dan senyawa antioksidan pada jus jeruk membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel dan mencegah penyakit. Sebuah studi menemukan bahwa, minum jus jeruk mengurangi risiko peradangan pada tubuh. PT KP PRESS


 

Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS
detik.com

 

PT KONTAKPERKASA FUTURES SURABAYA

PT KONTAKPERKASA FUTURES SURABAYA


PT KP PRESS | Tahun 2024, Indonesia Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Posted: 15 Sep 2020 08:22 PM PDT




PT KP PRESS SURABAYA - Kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan menjadi fokus Pemerintah Indonesia. Bahkan, komponen inti kendaraan tanpa bahan bakar fosil itu akan diproduksi di dalam negeri.
Hal itu ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Seperti diberitakan Antara, Luhut mengatakan, ditargetkan pada 2024 Indonesia sudah bisa memproduksi baterai litium tipe 811.

Menurut Luhut Indonesia telah menandatangani kerja sama investasi pengembangan baterai litium dengan LG Chem dan CATL yang merupakan perusahaan asal Korea Selatan dan China yang memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

"Kami sudah tanda tangan (pengembangan) lithium battery dengan LG Chem dan CATL. Itu proposalnya sudah dibuat. Di samping itu skala project, timeline, sudah ada, investasi, insentif, semua sudah kita siapin. Kita berharap tahun 2024 kita sudah produksi lithium battery tipe terakhir yaitu 811," ujar Luhut.

Luhut menyinggung bahwa Indonesia sudah berpuluh tahun mengekspor material mentah. Padahal, bahan baku itu bisa diolah di dalam negeri.

"Ini salah satu smelter tembaga, berpuluh tahun, hampir 50 tahun, semua kita ekspor saja. Maka saya lapor ke Presiden, 'Pak sekarang kita harus paksa, kita harus bikin smelter di sini.' Dan sekarang bikin smelter, satu di Gresik, tapi tidak jadi-jadi," katanya.

Akhirnya, lanjut Luhut, pemerintah mendorong agar bisa dibangun smelter di Halmahera Tengah, bahan baku tembaga diambil dari Timika. Menurut dia, karena ada industri terintegrasi di Halmahera Tengah, diharapkan biaya produksinya juga akan lebih rendah.

"Kalau kita lakukan ini, kita akan dapat lagi nanti kabel tembaga, pipa tembaga, dan satu yang penting, asam sulfat. Ini kita butuhkan untuk bagian baterai litium. Jadi 75-80 persen baterai litium itu akan kita punya di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Luhut mengatakan saat ini momentum Indonesia untuk mengembangkan industri mobil listrik. Sebab, bahan baku pembuatan mobil listrik semuanya ada di Indonesia.

"Nah mobil listrik ini, sekarang. Saya salah satu yang paling ngotot mengenai hal ini. Kenapa? hampir 96 persen, itu mobil di Indonesia dipakai mobil Jepang, ndak ada mobil lain," ungkap Luhut beberapa waktu lalu.

"Sekarang dengan masuk mobil listrik, kita bisa masuk jadi pemain. Mobil dalam negeri," tegasnya.

Menurut Luhut kandungan di bumi Indonesia bisa menjadi bahan baku pembuatan mobil listrik, mulai dari sasis hingga baterainya. Terlebih, membuat mobil listrik tidak serumit membuat mesin bahan bakar.

"Kenapa? karena dia (mobil listrik) hanya butuh lithium baterai, dan kedua motornya saja, dia tidak butuh engine," kata Luhut. PT KP PRESS

 

Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS
detik.com

 

Selasa, 15 September 2020

[New post] PT KP PRESS | Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 7.000/Gram

ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KP PRESS SURABAYA - Harga emas Antam hari ini turun Rp 7.000 per gram. Harga emas Antam hari ini dijual seharga Rp 1.030.000 per gram. Demikian dikutip dari situs logam mulia laman perdagangan Antam, untuk butik Gedung Antam, Rabu (16/9/2020). Kem"