Selasa, 21 April 2020

[New post] PT KP PRESS | Lumayan, Dolar AS Pagi Ini Ditekan ke Rp 15.460

ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KP PRESS SURABAYA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat. Dolar AS pagi ini berada di level Rp 15.460 setelah kemarin harga minyak AS sempat menyentuh harga di bawah US$ 0 dan ditutup di -US$ 37.63 per barel. Nil"

Kontakperkasa Futures Surabaya

Kontakperkasa Futures Surabaya


PT KONTAK PERKASA FUTURES | Rp 405 Triliun Cukup Buat Lawan Corona?

Posted: 20 Apr 2020 06:01 PM PDT



PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Pemerintah sudah menganggarkan Rp 405,1 triliun untuk menanggulangi dampak virus Corona (COVID-19) ke perekonomian nasional. Anggaran tersebut setara 2,6% dari produk domestik bruto (PDB). Belum lagi ditambah stimulus I sebesar Rp 10,3 triliun dan stimulus II sebesar Rp 22,9 triliun.

Banyak kalangan yang menilai anggaran penanggulangan Corona yang disiapkan Indonesia masih dari kata jauh.

Seperti yang disampaikan Peneliti Senior Institute of Developing Entrepreneurship (IDE) Sutrisno Iwantono. Dia menilai, stimulus yang disiapkan pemerintah sudah tepat dan sangat menolong para pelaku ekonomi. Namun permasalahannya adalah implementasinya.

"Karena delivery-nya sangat lambat. Kayaknya sih sistem birokrasi atau ada kelambanan lain ya. Kita terus dorong pemerintah agar bergerak lebih cepat," tuturnya dalam wawancara, Senin (20/4/2020).

Selain itu, dari sisi jumlah anggaran, Sutrisno menilai stimulus tersebut juga masih jauh dari kata cukup. Angka sebesar Rp 405,1 triliun hanya sekitar 2,8% dari PDB.

Dia mencontohkan Singapura dan China yang mengabarkan kasusnya mereda, kini menghadapi wabah COVID-19 gelombang kedua. Itu artinya tidak ada prediksi pasti tentang kapan wabah ini benar-benar hilang.

Menurutnya, perlu ada perhitungan yang rinci untuk jumlah anggaran stimulus untuk penanganan COVID-19 dan dampaknya. Misalnya berapa untuk untuk sektor kesehatan, dukungan pekerja informal, pengangguran, UMKM hingga anggaran untuk pemulihan ekonomi ketika wabah berakhir.

Kepada Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menduga dana penanggulangan virus Corona di Indonesia masih belum cukup. Sebab, ketidakpastian ekonomi akibat virus ini belum ada yang dapat memastikan selesai kapan.

"Apakah cukup? Kita tidak tahu, bahkan kita duga tidak akan cukup," kata Febrio dalam video conference di kantornya, Jakarta, Senin (20/4/2020).

Pemerintah, kata Febrio juga sudah menyiapkan beberapa skema jika anggaran tersebut terbukti tidak cukup untuk menanggulangi dampak virus Corona ke perekonomian nasional. Salah satu yang disiapkan pemerintah dengan menarik utang lantaran sudah mengusulkan pelebaran defisit APBN.

Sementara Kepala Ekonomi Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan anggaran penanggulangan COVID-19 di Indonesia relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara lain yang terdampak.

Meski lebih kecil, David menilai usaha pemerintah menanggulangi dampak Corona sudah sangat cepat, apalagi pada saat menyiapkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan.

"Tinggal sekarang bagaimana percepatan implementasi untuk mencegah supaya demand shock ini tidak berdampak buruk ke sektor riil," kata David.

David menilai, stimulus yang disediakan Indonesia masih kecil dibandingkan dengan negara tetangganya seperti Malaysia yang mencapai 17% dari PDB, Thailand 9% dari PDB, Singapura 12% dari PDB. Serta beberapa negara berkembang lainnya seperti Brazil sebesar 3,5% dari PDB, Australia 16,4% dari PDB, Jepang 20% dari PDB.

Selanjutnya Amerika Serikat (AS) sebesar 11% dari PDB, Kanada sebesar 8,4% dari PDB, Jerman sebesar 4,9% dari PDB, Saudi Arabia sebesar 2,7% dari PDB, Perancis sebesar 2% dari PDB, Turki sebesar 1,5% dari PDB, dan China sebesar 1,2% dari PDB. PT KONTAK PERKASA FUTURES

Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA FUTURES
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA FUTURES
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
detik.com

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA


PT KONTAK PERKASA FUTURES | Kurangi Polusi, Industri Otomotif Dinilai Perlu Tinggalkan Teknologi Usang

Posted: 20 Apr 2020 06:29 PM PDT



PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Polusi udara jadi isu di tengah pandemi Corona. Tak dimungkiri, terbitnya kebijakan social distancing hingga karantina mandiri untuk mencegah penyebaran virus Corona membuat tingkat polusi udara juga menurun.
Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin melihat momen ini bisa dimanfaatkan pabrikan otomotif untuk inovasi memproduksi kendaraan yang rendah emisi.

"Jangan sampai kita terus status quo, jadi katakan auto industri hanya tiarap. Setelah virus COVID-19 melanjutkan status quo dengan teknologi yang usang," kata pria yang akrab disapa Puput, saat dihubungi, Senin (20/4/2020).

"Teknologi kendaraan yang usang saat ini kan ada Euro 2 untuk diesel, untuk Euro 4 bensinnya, apalagi sepeda motornya masih standar Euro 3," sambung Puput.

Emisi gas buang menjadi tanggung jawab berbagai negara. Kendaraan bermotor turut menyumbang emisi gas buang. Berbagai negara di dunia pun harus berbenah untuk menekan polusi udara.

"Seluruh dunia lagi mencari pola skema dari kendaraan irit BBM, kendaraan irit energi, rendah karbon," kata Puput.

Lebih lanjut, Puput mengatakan kendaraan dengan emisi nol diharapkan bisa diproduksi dalam negeri.

"Jangka panjang re-desain, jadi di-set up ulanglah apakah kita akan lanjut seperti ini. Ini kan sebenarnya bagi auto industry di Indonesia juga momentum untuk merebut market.
Kan selama ini market industri otomotif kita kan hanya jago kandang gitu,"

Dia menantang untuk secara dramatis meningkatkan cara mengembangkan produk dan menciptakan terobosan, khususnya industri nasional dalam membuat kendaraan listrik.

"Rebut saja low carbon emission vehicles, kendaraan yang bahan bakar irit, teknologi itu rebut. Kalau kita berhasil merebut kendaraan yang irit BBM atau yang rendah karbon, pasar akan mengikuti."

"Memang yang sekarang lagi maju China dengan kendaraan listriknya, nah tetapi okelah yang leader China tapi tidak ada salahnya kita merebut itu, karena market kita terbesar di Asia Tenggara. Jadi setidak-tidaknya kita bebas dari impor, kalau diproduksi dalam negeri," pungkas dia. PT KONTAK PERKASA FUTURES


Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA FUTURES
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA FUTURES
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
detik.com

PT KONTAKPERKASA FUTURES SURABAYA

PT KONTAKPERKASA FUTURES SURABAYA


PT KONTAK PERKASA FUTURES | Facebook PDKT GoPay Cs Bawa WhatsApp Pay ke Indonesia

Posted: 20 Apr 2020 06:21 PM PDT



PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Facebook dikabarkan melakukan PDKT dengan layanan fintech lokal, yakni GoPay, Ovo, dan Linkaja, untuk menghadirkan WhatsApp Pay di Indonesia.
Bagi Facebook, Indonesia merupakan pasar menggiurkan yang merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, Facebook dan WhatsApp punya lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia.

Saat ini perusahaan teknologi yang bermarkas di Menlo Park, AS, itu disebutkan tengah mengurus izin agar bisa beroperasi.

"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan mitra Indonesia, namun diskusi sedang berlangsung dan kami tidak memiliki hal lain untuk dibagikan sekarang ini," menurut Juru Bicara Facebook kepada Reuters, Selasa (21/4/2020).

Adapun mitra yang disebutkan Facebook ini, yaitu GoPay miliki Gojek, Ovo kepunyaan Lippo Group dan Grab, serta Linkaja yang didukung perusahaan plat merah.

Hal itu diketahui dari Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang mengatakan, Facebook mendekati ketiga pemain e-wallet tersebut untuk bisa berkolaborasi dengannya.

"Sejauh ini belum ada yang mengajukan secara resmi. Beberapa dari mereka baru datang untuk berdiskusi saat rapat konsultasi dengan Bank Indonesia," ucapnya. PT KONTAK PERKASA FUTURES

Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA FUTURES
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA FUTURES
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
detik.com

Senin, 20 April 2020

[New post] PT KONTAK PERKASA FUTURES | Duh, Ibrahimovic Pernah Ancam Bunuh Rekan Setimnya di LA Galaxy

ptkontakperkasafuturessurabaya posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Zlatan Ibrahimovic diketahui pernah mengancam akan membunuh rekan-rekannya di LA Galaxy. Hal itu dilontarkan karena ia kesal dengan performa tim tersebut. Striker asal Swedia itu sempat membela LA Galaxy selama du"